Metode Pembelajaran Puisi


Metode Pembelajaran Puisi - Nah, melanjutkan postingan blog kemarin, mengenai ragam puisi, kali ini saya akan membahas beberapa metode pembelajaran puisi yang Insya Allah akan membantu para guru dan tenaga pendidik di Indonesia. Here it is:

Metode diskusi

Melalui diskusi pengalaman karya sastra mungkin dilakukan, bahkan dapat dikatakan bahwa diskusi merupakan kegiatan yang cukup menarik untuk dipakai dalam pembelajaran sastra. Masalah yang dibahas hendaknya menyangkut kegiatan menjawab pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana". Bila hal itu tidak terlaksana, akan menjuruskan diskusi kepada sesuatu yang kurang bermanfaat, atau mengarah kepada segi-segi pengetahuan teoritis, dalam diskusi tentang sastra sebaiknya tidak kepada hasil adanya kesimpulan atau keputusan yang mengikat tentang suatu karya sastra. Yang penting dalam diskusi para siswa memberikan pandangan dan sikapnya.

Metode Penalaran
Teknik penyampaian penalaran siswa mengenai suatu kegiatan membaca karya sastra merupakan kegiatan yang bermanfaat pula untuk pembinaan apresiasi sastra. Yang penting dalam kegiatan ini adalah supaya mengembangkan sikap berpikir objektif dengan argumentasi yang logis tentang sesuatu. Dengan demikian, diharapkan sikap kritis yang menjurus kepada kemampuan apresiasi kreatif.

Metode komparatif
Kegiatan pembelajaran yang memberikan peluang kepada siswa untuk membandingkan dua atau lebih karya sastra yang memiliki topik yang sama.

Metode pembinaan kreativitas
Metode ini mengarahkan siswa lebih menghayati sastra dan menciptakan karya sastra. Teknik ini dapat dilakukan antara lain:

  1. Memecahkan persoalan
  2. Melatih imajinasi siswa dengan jalan seolah-olah mengirim surat kepada pengarang yang menghargai karyanya
  3. Membaca ekstensif
  4. Menyelenggarakan diskusi panel
  5. Melaksanakan kegiatan pementasan

Metode impresif
Metode ini dilakukan dengan jalan mendengarkan suatu pembacaan puisi, atau menyeleksikan pertunjukan puisi. Siswa diberikan kesempatan untuk meresapi atau mengapresiasi puisi masing-masing di dalam kelas. (Sumardjo, 1984:156-158)

0 komentar

Poskan Komentar